Minggu, 26 Januari 2014

makalah bahasa indonesia



BAB I
PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang
            Dalam kehidupan sehari hari maupun berbangsa dan bernegara kita akan selalu menggunakan bahasa untuk berkomunikasi. Dan sebagai rakyat Indonesia yang hormat pada bangsa dan negara kita harus selalu memakai bahasa Indonesia. Dalam menggunakan bahasa Indonesia kita harus tahu bagaimana berbahasa yang baik dan benar agar tercermin bahwa kita ini adalah pelajar yang terpelajar. Untuk itu dalam makalah ini akan membahas tentang:
a.      Jenis/Kelas Kata
b.      Ungkapan
c.       Antonim dan Sinonim
d.      Pergeseran Makna Kata
e.      Makna Denotasi dan Konotasi

I.2. Rumusan Masalah
            Berdasarkan latar belakang diatas dapat dirumuskan rumusan masalah sbb:
I.2.1. Apa saja jenis/kelas kata dan pengertiannya?
I.2.2. Apa pengertian ungkapan dan apa saja contohnya?
I.2.3. Apa pengertian antonim dan sinonim dan apa saja contohnya?
I.2.4. Apa saja macam macam pergeseran makna kata dan pengertiannya?
I.2.5. Apa pengertian makna denotasi dan konotasi dan apa saja contohnya?

I.3. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan pembuatan makalah ini adalah sbb:
I.3.1. Mengetahui jenis/kelas kata dan pengertiannya.
I.3.2. Mengetahui pengertian ungkapan dan contohnya.
I.3.3. Mengetahui pengertian antonim dan sinonim beserta contohnya.
I.3.4. Mengetahui macam macam pergeseran makna kata dan pengertiannya.
I.3.5. Mengetahui pengertian makna denotasi dan konotasi beserta contoh.







BAB II
PEMBAHASAN

II.1. Kelas Kata
Chaer (2006:86) membagi kelas kata menjadi beberapa jenis, yaitu:
(1)     Kata Benda
Kata benda adalah semua kata yang dapat diterangkan dengan menambahkan yang + kata sifat (Keraf, 1991:58). Misalnya jalan yang bagus, dan pelayanan yang memuaskan. Selain itu, kata benda juga dapat diawali dengan kata bukan tetapi tidak bisa diawali dengan kata tidak.
Kata benda dapat berupa kata benda dasar dan kata benda turunan. Kata benda dasar merupakan kata benda yang berupa kata dasar atau kata benda yang tidak berimbuhan, contohnya rumah dan murid. Sedangkan kata benda turunan berupa (1) kata benda yang berimbuhan, contohnya penyiar dan bendungan; (2) kata benda dengan bentuk reduplikasi, misalnya rumah-rumah, dan buku-buku; serta (3) kata benda majemuk, contohnya sapu tangan dan minyak goreng.
(2)     Kata Ganti
Kata ganti adalah kata yang dipakai untuk menggantikan kata benda yang menyatakan orang untuk menghindari pengulangan yang tidak perlu. Misalnya murid dapat diganti dengan kata ganti dia, atau ia. Keterangan lebih lanjut tentang kata ganti dapat dilihat pada di bawah ini.
Orang
Tunggal
Jamak
I
II

III
Aku, daku, ku-, -ku,
Engkau, kamu, kau-,
-mu, anda
 Ia, dia, -nya, beliau
Kami (eksklusif), kita (inklusif)
Kamu sekalian, anda sekalian

Mereka
Berdasarkan bagan di atas, kami dan kita sama-sama berfungsi sebagai kata ganti orang pertama jamak. Bedanya, kami bersifat eksklusif, sedangkan kita bersifat inklusif. Kami bersifat ekslusif artinya pronomina itu mencakup pembicara dan orang lain di pihaknya tetapi tidak mencakup orang lain di pihak pendengar. Sebaliknya, kita bersifat inklusif artinya pronomina itu tidak saja mencakup pembicara dan orang lain di pihaknya tetapi juga orang lain di pihak pendengar (Alwi, 2003:252) 
(3)     Kata Kerja
Kata kerja adalah kata-kata yang menyatakan perbuatan atau tindakan. Semua kata yang mengandung imbuhan me-, ber-, di-, kan-, dan -i atau penggabungannya termasuk dalam kata kerja. Tetapi ada juga kata kerja yang tidak mengandung bentuk imbuhan di atas, karena merupakan bentuk kata dasar, misalnya tidur, bangun, mandi, datang, pulang, dan sebagainya.
Segala macam kata kerja mempunyai suatu kesamaan, baik yang memiliki imbuhan ataupun tidak. Kesamaan tersebut merupakan ciri utama kata kerja, yaitu dapat diperluas dengan “dengan + kata sifat”, misalnya belajar dengan rajin.
(4)   Kata Sifat
Kata sifat merupakan kata yang menyatakan sifat atau keadaan dari suatu nomina (kata benda) atau suatu pronominal (kata ganti) (Keraf, 1991:88). Misalnya tinggi, mahal, baik, dan rajin. Semua kata sifat dalam Bahasa Indonesia dapat mengambil bentuk se + reduplikasi kata dasar + nya, serta dapat diperluas dengan paling, lebih, dan sekali, misalnya paling cepat, lebih cepat, dan cepat sekali.
(5)     Kata Sapaan
Kata sapaan adalah kata-kata yang digunakan untuk menyapa, menegur, atau menyebut orang kedua, atau orang yang diajak bicara (Chaer, 2006:107). Kata sapaan menggunakan kata-kata dari perbendaharaan kata nama diri dan kata nama perkerabatan.
Kata sapaan dalam bentuk nama diri dapat digunakan dalam bentuk utuh seperti Tina, Hasan, dan Asti, dapat pula digunakan dalam bentuk singkatnya, seperti Tin, San, dan As. Begitu juga dengan nama perkerabatan. Bentuk utuh dan bentuk singkat dari nama perkerabatan dapat dipakai, misalnya Pak dari bentuk utuh Bapak, Dik dari bentuk utuh adik, dan Bu dari bentuk utuh Ibu.
(6)     Kata Penunjuk
Kata penunjuk adalah kata yang digunakan untuk menunjukkan suatu benda. Chaer (2006:110) membagi kata penunjuk memjadi dua yaitu ini dan itu. Kata penunjuk ini digunakan untuk menunjuk suatu benda yang letaknya relatif dekat dari pembicara, sedangkan kata penunjuk itu digunakan untuk untuk menunjuk benda yang letaknya relatif jauh dari pembicara.
(7)     Kata Bilangan
Kata bilangan adalah kata yang menunjukkan nomor, urutan atau himpunan. Menurut bentuk dan fungsinya, kata bilangan dibagi menjadi kata bilangan utama dan kata bilangan tingkat (Chaer, 2006:113). Kata bilangan utama seperti satu, dua, tiga, empat, dan seterusnya. Sedangkan kata bilangan tingkat seperti pertama, kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya.
(8)     Kata Penyangkal
Kata penyangkal merupakan kata yang digunakan untuk menyangkal atau mengingkari suatu hal atau suatu peristiwa. Chaer (2006:119) menyatakan bahwa kata penyangkal yang ada dalam Bahasa Indonesia yaitu kata tidak atau tak, tiada, bukan, dan tanpa.
(9)     Kata Depan
Kata depan adalah kata yang digunakan di depan kata benda untuk merangkai kata benda tersebut dengan bagian kalimat lain. Chaer (2006:122) membagi kata depat berdasarkan fungsinya, yaitu kata depan yang menyatakan (1) tempat berada, yaitu di, pada, dalam, atas, dan antara; (2) arah asal, yaitu dari; (3) arah tujuan, yaitu ke, kepada, akan, dan terhadap; (4) pelaku, yaitu oleh; (5) alat, yaitu dengan, dan berkat; (6) perbandingan, yaitu daripada; (7) hal atau masalah, yaitu tentang dan mengenai; (8) akibat, yaitu hingga dan sampai; (9) tujuan, yaitu untuk, buat, guna, dan bagi.
(10) Kata Penghubung
Kata penghubung merupakan kata yang berfungsi untuk menghubungkan kata dengan kata, klausa dengan klausa, atau kalimat dengan kalimat. Berdasarkan fungsinya, kata penghubung dibedakan menjadi dua macam yaitu (1) kata penghubung yang menghubungkan kata, klausa, atau kalimat yang kedudukannya sederajat atau setara; dan (2) kata penghubung yang menghubungkan klausa dengan klausa yang kedudukannya bertingkat.
Kata penghubung yang menghubungkan kata, klausa, atau kalimat yang kedudukannya sederajat atau setara dibedakan menjadi kata penghubung yang (1) menggabungkan biasa, yaitu dan, dengan, serta; (2) menggabungkan memilih, yaitu atau; (3) menggabungkan mempertentangkan, yaitu tetapi, namun, sedangkan, dan sebaliknya; (4) menggabungkan membetulkan, yaitu kata penghubung melainkan dan hanya; (5) menggabungkan menegaskan, yaitu bahkan, malah (malahan), lagipula, apalagi, dan jangankan; (6) menggabungkan membatasi, yaitu kecuali, hanya; (7) menggabungkan mengurutkan, yaitu lalu,  kemudian, selanjutnya; (8) menggabungkan menyamakan, yaitu yakni, yaitu, bahwa, adalah, ialah; dan (9) menggabungkan menyimpulkan, yaitu jadi, karena itu, oleh sebab itu.
 Kata penghubung yang menghubungkan klausa dengan klausa yang kedudukannya bertingkat dibagi menjadi kata penghubung yang menggabungkan (1) menyatakan sebab, yaitu sebab, karena; (2) menyatakan syarat, yaitu kalau, jikalau, jika, bila, apabila, asal; (3) menyatakan tujuan, yaitu agar, supaya; (4) menyuatakan waktu, yaitu ketika, sewaktu, sebelum, sesudah, tatkala; (5) menyatakan akibat sampai, hingga, sehingga; (6) menyatakan sasaran, yaitu untuk, guna; (7) menyatakan perbandingan, yaitu seperti, sebagai, laksana; (8) menyatakan tempat, yaitu kata penghubung tempat.



(11) Kata Keterangan
Kata keterangan merupakan kata yang memberi penjelasan pada kalimat atau bagian kalimat lain. Kata keterangan dibagi menjadi dua, yaitu kata keterangan yang menyatakan seluruh kalimat, dan kata keterangan yang menyatakan unsur kalimat (Chaer, 2006:162-163).
Kata keterangan yang menerangkan keseluruhan kalimat mempunyai empat fungsi. Fungsi-fungsi tersebut antara lain (1) kepastian, yaitu memang, pasti, tentu; (2) keraguan atau kesangsian, yaitu barangkali, mungkin, kiranya, rasanya, agaknya, rupanya; (3) harapan, yaitu semoga, moga-moga, mudah-mudahan, hendaknya; dan (4) frekuensi, yaitu seringkali, sesekali, sekali-kali, acapkali, jarang.
Kata keterangan yang menerangkan unsur kalimat berfungsi untuk menyatakan (1) waktu, yaitu sudah, telah, sedang, lagi, tengah, akan, belum, masih, baru, pernah, sempat; (2) sikap batin, yaitu ingin, mau, hendak, suka, segan; (3) perkenan, yaitu boleh, wajib, mesti, harus, jangan, dilarang; (4) frekuensi, yaitu jarang, sering, sekali, dua kali; (5) kualitas, yaitu sangat, amat, sekali, lebih paling, kurang, cukup; (6) kuantitas dan jumlah, yaitu banyak, sedikit, kurang, cukup, semua, beberapa, seluruh, sejumlah, sebagian, separuh, kira-kira, sekitar, kurang lebih, para, kaum; (7) penyangkalan, yaitu tidak, tak, tiada, bukan; dan (8) pembatasan, yaitu hanya, cuma.
(12) Kata Tanya
Kata tanya merupakan kata yang digunakan sebagai pembantu dalam kalimat tanya, yang menanyakan tentang benda, orang, atau keadaan. Keraf (1992:68) menyatakan bahwa kata tanya asli dalam Bahasa Indonesia adalah (1) apa, untuk menanyakan benda; (2) siapa, untuk menyakan orang, dan (3) mana untuk menanyakan pilihan. Ketiga kata tanya tersebut dapat dgabungkan dengan bermacam-macam kata depan, seperti dengan apa, dengan siapa, dari mana, untuk apa, untuk siapa, ke mana, buat apa, buat siapa, kepada siapa, dari apa, dan dari siapa. Adapula kata tanya lain yang bukan menanyakan orang atau benda, melainkan menanyakan keadaan atau perihal, seperti mengapa, bilamana, berapa, kenapa, dan bagaimana.
(13) Kata Seru
Kata seru merupakan kata yang digunakan untuk mengungkapkan perasaan. Ada dua macam kata seru bila dilihat dari strukturnya yaitu kata seru yang berupa kata-kata singkat dan kata seru yang berupa kata-kata biasa (Chaer, 2006:193). Kata seru yang berupa kata-kata singkat misalnya wah, cih, hai, o, oh, nah, ha, dan hah. Sedangkan kata seru yang berupa kata-kata biasa seperti aduh, celaka, gila, kasihan, dan ya ampun, serta kata serapan astaga, masya Allah, Alhamdulillah, dan sebagainya.



II.2. Ungkapan
 Ungkapan adalah gabungan kata yang membentuk arti baru di mana tidak berhubungan dengan kata pembentuk dasarnya. Nama lain ungkapan adalah idiom. Berikut ini adalah beberapa contoh dari ungkapan dan artinya:
No.
Ungkapan
Arti
1.
Abdi masyarakat
Pegawai pemerintah yang pada dasarnya mengabdi pada masyarakat
2.
Abdi negara
Pegawai pemerintah
3.
Acara niaga
Acara iklan
4.
Acara rapat
Hal yang akan dibicarakan dalam rapat
5.
Acara surat
Pokok isi surat
6.
Panjang tangan
Suka mencuri
7.
Ringan tangan
Suka membantu
8.
Ringan tangan
Suka memukul, kasar, suka main tangan
9.
Tangan besi
Memerintah dengan keras, diktator
10.
Bertangan dingin
Apa yang dikerjakannya selalu berhasil
11.
Tangan hampa
Tak mendapat hasil apa-apa
12.
Tangan kanan
Orang kepercayaan
13.
Tangan kosong
Tidak bersenjata
14.
Tangan terbuka
(diterima) dengan senang hati
15.
Anak air
Selokan
16.
Anak angkat
Anak orang lain yang dipelihara seperti anak sendiri
17.
Anak bawang
Tak masuk hitungan
18.
Anak dagang
Orang perantauan
19.
Anak hitam
Anak yang kedelapan
20.
Anak kapal
Awak kapal
21.
Anak kolong
Anak tentara
22.
Anak emas
Orang yang paling disayang oleh atasan
23.
Anak semang
Orang yang bekerja pada orang lain
24.
Kuda hitam
Peserta pertandingan yang tidak diperhitungkan akan menang ternyata menang
25.
Naik kuda hijau
Mabuk
26.
Naik palak
Jadi marah
27.
Naik tangan
Beruntung
28.
Angkat bicara
Mulai berbicara
29.
Angkat kaki
Melarikan diri
30.
Angkat tangan
Menyerah, putus asa
31.
Angkat topi
Kagum
32.
Ibu kota
Kota pusat pemerintahan
33.
Ibu jari
Empu jari, jempol
34.
Ibu kaki
Empu kaki
35.
Ibu negara
Isri presiden
36.
Ibu pertiwi
Tanah air
37.
Kepala angin
Bodoh
38.
Kepala batu
Keras kepala, tak mau mendengar nasihat orang lain
39.
Kepala dingin
Sabar, tenang
40.
Mulut berbisa
Suka mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan hati
41.
Mulut manis
Menarik hati tutur katanya
42.
Hati putih
Mempunyai niat yang ikhlas
43.
Hati berlian
Sangat baik hati
44.
Hati tungau
Penakut
45.
Mata angin
Arah angin datang
46.
Mata batin
Perasaan dalam hati
47.
Mata betung
Buta huruf
48.
Mata dagangan
Barang dagangan
49.
Mata gelap
Mengamuk
50.
Mata uang
Satuan harga uang suatu negara
II.3. Sinonim dan Antonim
(1) Sinonim
Sinonim adalah pertalian dua kata atau lebih yang memiliki makna sama atau hampir sama. Suatu kata bersinonim dengan kata lainnya apabila dalam kalimat yang sama, kata-kata tersebut dapat saling menggantikan. Atau kata-kata yang memiliki kesamaan arti secara struktural atau leksikal dalam berbagai urutan kata-kata sehingga memiliki daya tukar (substitusi)
Contoh:
- ciri      = tanda
- benar = betul
- agar    = supaya
- rajin    = giat
- hemat = irit
Contoh dalam kalimat:
- Pak Iwan meninggal dunia pada hari Kamis.
  Pak Iwan wafat pada hari Kamis.
- Baju yang dikenakan Aulia sangat cantik.
  Baju yang dikenakan Aulia sangat indah.
1. Sinonim mutlak
Kata-kata yang dapat bertukar tempat dalam konteks kebahasaan apa pun tanpa mengubah makna struktural dan makna leksikal dalam rangkaian kata/frasa/klausa/kalimat. Contoh:
kosmetik = alat kecantikan
laris = laku, larap
leksikografi = perkamusan
 kucing = meong
2. Sinonim semirip
Kata-kata yang dapat bertukar tempat dalam konteks kebahasaan tertentu tanpa mengubah makna struktural dan leksikal dalam rangkaian kata/frasa/klausa/kalimat tersebut saja. Contoh:
 melatis = menerobos
 lahiriah = jasmaniah
3. Sinonim selingkung
Kata-kata yang dapat saling mengganti dalam satu konteks kebahasaan tertentu saja secara struktural dan leksikal.
Contoh:  lemah = lemas

(2) Antonim
Antonim adalah kata-kata yang memiliki pertalian makna bertentangan secara penuh atau secara sebagian dalam berbagai urutan kata. Antonim disebut juga lawan kata, yaitu hubungan antara satu kata dengan kata yang lain yang dianggap berlawanan.
Contoh:
- siang > < malam
- pulang > < pergi
- kaya ><miskin
- panjang> < pendek
- hidup > < mati

Contoh dalam kalimat:
- Orang yang kaya itu membeli mobil.
  Orang yang miskin itu tidak dapat membeli mobil.
- Rambutnya panjang sekali.
  Rambutnya pendek sekali.
1.  Antonim berpasangan
Kata-kata yang secara makna jelas bertentangan karena didasarkan pada makna pasangannya sehingga tidak bisa dipertentangkan tanpa kehadiran makna pasangannya. Jika salah satu unsur dinegatifkan, tidak secara serta-merta memunculkan pasangannya. Contoh:
 (ber)-dosa >< suci  (tidak (ber)-dosa ≠suci)
 istri >< suami  (bukan istri ≠ suami)
 pembeli >< penjual (bukan pembeli ≠ penjual)
2. Antonim melengkapi
Kata-kata yang secara makna bertentangan, tetapi kehadiran makna salah satu kata bersifat melengkapi kehadiran makna yang lain. Contoh:
 pertanyaan >< jawaban
mencari >< menemukan
3. Antonim berjenjang
Kata-kata yang secara makna mengandung pertentangan, tetapi pertentangan makna ini bersifat berjenjang/bertahap/bertingkat. Contoh:
 dingin >< hangat >< panas
 kaku >< lentur >< elastic
 mahal >< wajar >< murah




II.4. Pergeseran Makna Kata
1. Generalisasi [Perluasan] 
Generalisasi atau pergeseran makna meluas adalah pergeseran makna sebuah kata dari makna yang khusus atau sempit ke makna yang lebih luas atau lebih umum. 
Contoh:
• Apakah Ibu seorang petani?
• Putri membantu nenek tua membawa ranting-ranting itu.
• Hanya senyum kecutlah yang diperlihatkan putri kepada orangtua nya.
2. Spesialisasi [Penyempitan] 
Spesialisasi atau penyempitan makna adalah perubahan makna dari yang lebih umum / luas ke makna yang lebih khusus / sempit . 
Contoh:
• Sekarang kakak telah menjadi sarjana pertanian.
• Toni adalah mantan karyawan dari perusahaan PT. Sejahtera.
• Pendeta sedang berkotbah di Gereja Bala Keselamatan.
3. Ameliorisasi [Peninggian Makna] 
 Ameliorisasi adalah perubahan makna yang mengakibatkan makna yang baru dirasakan lebih tinggi/hormat/halus daripada makna lama. 
Contoh
• Walikota Surakarta membagikan makanan bagi tunawisma.
• Ia adalah anak dari seorang tunanetra.
• Ani adalah pramusiswa yang bekerja di rumah mewah itu.

4. Peyorasi [Penurunan Makna]
 Peyorasi adalah perubahan makna kata yang mengakibatkan makna baru dirasa lebih rendah atau kurang baik nilainya daripada makna sebelumnya. 
Contoh:
• Perempuan yang berkerudung itu kakakku.
• Wanita itu adalah bini dari tetangga baruku.
• Pencuri itu mampus karena ketahuan oleh warga.
5. Asosiasi
Asosiasi adalah perubahan makna kata yang terjadi karena persamaan sifat antara dua benda atau dua hal.
Contoh:
• Beberapa anggota dewan lama memperebutkan jatah kursi di DPR.
• Petugas rutan itu pun menerima amplop dari terdakwa.
• Rina mendapat salam tempel dari Pak Lurah kemarin sore.
6. Sinestesia
 Sinestesia adalah perubahan makna akibat pertukaran tanggapan antara dua indra. Misalnya, dari indra penglihatan ke indra pendengar, dari indra perasa ke indra pendengar.
Contoh:
• Gadis itu sungguh sedap dipandang.
• Kata-katanya yang sangat kejam sungguh pedas di telinga.
• Suaranya yang merdu sangat lembut di telinga kami.




II.5. Makna Konotasi dan Denotasi
1. Makna Denotasi
Makna denotasi merupakan makna kata yang sesuai dengan makna yang sebenarnya atau sesuai dengan makna kamus. Makna denotasi lazim disebut 1) makna konseptual yaitu makna yang sesuai dengan hasil observasi (pengamatan) menurut penglihatan, penciuman, pendengaran, perasaan, atau pengalaman yang berhubungan dengan informasi (data) faktual dan objektif. 2) makna sebenarnya, umpamanya, kata kursi yaitu tempat duduk yang berkaki empat (makna sebenarnya). 3) makna lugas yaitu makna apa adanya, lugu, polos, makna sebenarnya, bukan makna kias.
Contoh :
1. Adik makan nasi. ( makan artinya memasukkan sesuatu ke dalam mulut )
2. Harga kambing hitam itu sangat mahal. ( kambing hitam bermakna kambingg yang memiliki warna hitam )
2. Makna konotasi
Makna konotasi merupakan makna kiasan atau makna yang timbul setelah disusun dalam kalimat.Contoh :
1. Dalam peristiwa itu, dia dijadikan kambing hitam. (kambing hitam bermakna orang yang dipersalahkan)
2. Anak itu berangkat besar ketika ayahnya pergi ke Jepang. ( berangkat bermakna beranjak atau mulai menjadi )
3. Bunga desa itu sudah menjadi karyawan bank.(Kata “bunga desa” bermakna sesuatu yang dianggap cantik)


Makna konotasi dibagi menjadi 2 yaitu :
A. Konotasi positif merupakan kata yang memiliki makna yang dirasakan baik dan lebih sopan.
Contoh :
1. Sebagai seorang istri harus pandai menyenangkan suami.
2. Biaya pemakaman para korban bencana alam ditanggung pemerintah setempat.
3. Para wanita tuna susila bekerja akibat tuntutan kebutuhan ekonomi.
4. Tiga pahlawan reformasi telah gugur lima tahun yang lalu. ( Kata “gugur” bermakna mati dalam pertempuran )
B. Konotasi negatif merupakan kata yang bermakna kasar atau tidak sopan.
Contoh :
1. Selama meringkuk di penjara, Roy berubah menjadi pendiam. ( Kata penjara bermakna tempat mengurung badan )
2. Masih ada segerombolan orang yang suka menebang demi keuntungan pribadi. (Kata “gerombolan” bermakna kawanan pengacau / perusuh.)
3. Banyak gelandangan tidur di bawah jembatan.

Berikut adalah contoh-contoh kata yang bermakna denotasi dan konotasi
1) meluap
denotasi : Banjir yang terjadi kemarin disebabkan oleh air sungai yang meluap tak mampu
dikendalikan oleh tanggul yang ada disekitanya.
Konotasi : Kemarahan Pak Budi makin hari tambah meluap karena masalah yang diperbantahkan itu
tidak pernah menemukan titik permasalahannya.
2) penuh
denotasi : Lokasi yang akan dijadikan sebagai tempat pusat hiburan itu telah terisi penuh oleh
pemukiman penduduk.
Konotasi : Pekerjaan itu dilakukannya dengan penuh rasa tanggung jawab.
3) naik
denotasi : Pak Halim pergi ke Makassar dengan naik mobil pribadi.
Konotasi : Naik turunnya harga barang sangat dipengaruhi oleh jumlah permintaan konsumen.
4) tumbuh
denotasi : Pohon mangga yang tumbuh di halaman rumah Pak Ilham memiliki buah yang besar- besar.
Konotasi : Kondisi perekonomian Indonesia mulai tumbuh sejak beralihnya sistem pemerintahan ke
era reformasi.
5) atas
denotasi : Di atas pohon yang rindang itu ada terdapat beberapa sarang burung hantu.
Konotasi : Irama yang muncul pada permukaan tembok itu ditimbulkan atas beberapa perpaduan
warna
6) kendali
denotasi : Nakhoda memberikan instruksi kepada para penumpang kapal agar waspada, sebab
kendali dalam kapal sedang mengalami gangguan.
Konotasi : Peristiwa itu terjadi saat dirinya telah kehilangan kendali.(kontrol)
7) panas
denotasi : Permukaan kulit pada anak itu lecet akibat tersiram air panas.
Konotasi : Suhu dalam ruangan itu semakin panas ketika peserta diskusi dalm ruangan itu saling
beradu argumen. (panas=ketegangan)

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Dari pembahasan diatas dapat ditarik beberapa kesimpulan berikut ini:
1.       Kelas kata dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu :
·         Kata Benda adalah semua kata yang dapat diterangkan dengan menambahkan yang + kata sifat .
·         Kata Ganti adalah kata yang dipakai untuk menggantikan kata benda yang menyatakan orang untuk menghindari pengulangan yang tidak perlu.
·         Kata kerja adalah kata-kata yang menyatakan perbuatan atau tindakan.
·         Kata sifat merupakan kata yang menyatakan sifat atau keadaan dari suatu nomina (kata benda) atau suatu pronominal (kata ganti).
·         Kata sapaan adalah kata-kata yang digunakan untuk menyapa, menegur, atau menyebut orang kedua, atau orang yang diajak bicara.
·         Kata penunjuk adalah kata yang digunakan untuk menunjukkan suatu benda.
·         Kata bilangan adalah kata yang menunjukkan nomor, urutan atau himpunan.
·         Kata penyangkal merupakan kata yang digunakan untuk menyangkal atau mengingkari suatu hal atau suatu peristiwa.
·         Kata depan adalah kata yang digunakan di depan kata benda untuk merangkai kata benda tersebut dengan bagian kalimat lain.
·         Kata penghubung merupakan kata yang berfungsi untuk menghubungkan kata dengan kata, klausa dengan klausa, atau kalimat dengan kalimat.
·         Kata keterangan merupakan kata yang memberi penjelasan pada kalimat atau bagian kalimat lain.
·         Kata tanya merupakan kata yang digunakan sebagai pembantu dalam kalimat tanya, yang menanyakan tentang benda, orang, atau keadaan.
·         Kata seru merupakan kata yang digunakan untuk mengungkapkan perasaan.

2.       Ungkapan adalah gabungan kata yang membentuk arti baru di mana tidak berhubungan dengan kata pembentuk dasarnya. Nama lain ungkapan adalah idiom. Berikut ini adalah beberapa contoh dari ungkapan dan artinya:
No.
Ungkapan
Arti
1.
Abdi masyarakat
Pegawai pemerintah yang pada dasarnya mengabdi pada masyarakat
2.
Abdi negara
Pegawai pemerintah
3.
Acara niaga
Acara iklan
4.
Acara rapat
Hal yang akan dibicarakan dalam rapat
5.
Acara surat
Pokok isi surat
6.
Panjang tangan
Suka mencuri
3.       Sinonim adalah pertalian dua kata atau lebih yang memiliki makna sama atau hampir sama. Suatu kata bersinonim dengan kata lainnya apabila dalam kalimat yang sama, kata-kata tersebut dapat saling menggantikan. Contohnya:
- ciri      = tanda
- benar = betul
- agar    = supaya
- rajin    = giat
- hemat = irit
Antonim adalah kata-kata yang memiliki pertalian makna bertentangan secara penuh atau secara sebagian dalam berbagai urutan kata. Contohnya:      
- (ber)-dosa >< suci  (tidak (ber)-dosa ≠suci)
- istri >< suami  (bukan istri ≠ suami)
- pembeli >< penjual (bukan pembeli ≠ penjual)

4.       Berikut ini adalah macam macam pergeseran makna kata:
·         Generalisasi atau pergeseran makna meluas adalah pergeseran makna sebuah kata dari makna yang khusus atau sempit ke makna yang lebih luas atau lebih umum.
Contoh: Hanya senyum kecutlah yang diperlihatkan putri kepada orangtua nya. 
·         Spesialisasi atau penyempitan makna adalah perubahan makna dari yang lebih umum / luas ke makna yang lebih khusus / sempit . 
Contoh: Sekarang kakak telah menjadi sarjana pertanian.
·         Ameliorisasi adalah perubahan makna yang mengakibatkan makna yang baru dirasakan lebih tinggi/hormat/halus daripada makna lama. 
Contoh: Walikota Surakarta membagikan makanan bagi tunawisma.
·         Peyorasi adalah perubahan makna kata yang mengakibatkan makna baru dirasa lebih rendah atau kurang baik nilainya daripada makna sebelumnya. 
Contoh: Perempuan yang berkerudung itu kakakku.
·         Asosiasi adalah perubahan makna kata yang terjadi karena persamaan sifat antara dua benda atau dua hal.
Contoh: Beberapa anggota dewan lama memperebutkan jatah kursi di DPR.
·         Sinestesia adalah perubahan makna akibat pertukaran tanggapan antara dua indra. Misalnya, dari indra penglihatan ke indra pendengar, dari indra perasa ke indra pendengar.
Contoh:  Gadis itu sungguh sedap dipandang.

5.       Makna denotasi merupakan makna kata yang sesuai dengan makna yang sebenarnya atau sesuai dengan makna kamus. Contoh :  Harga kambing hitam itu sangat mahal. ( kambing hitam bermakna kambingg yang memiliki warna hitam ).
Makna konotasi merupakan makna kiasan atau makna yang timbul setelah disusun dalam kalimat.Contoh : Dalam peristiwa itu, dia dijadikan kambing hitam. (kambing hitam bermakna orang yang dipersalahkan).







Latihan Soal
1.       Pergeseran makna sebuah kata dari makna yang khusus atau sempit ke makna yang lebih luas atau lebih umum disebut…
a.       Generalisasi                                               c. Asosiasi
b.      Peyorasi                                                       d. Spesialisasi
2.       Kalimat di bawah ini yang mengandung makna konotasi adalah…
a.       Adik makan nasi.
b.      Harga kambing hitam itu sangat mahal.
c.       Pak Halim pergi ke Makassar dengan naik mobil pribadi.
d.      Dalam peristiwa itu, dia dijadikan kambing hitam.
3.       Kata-katanya yang sangat kejam sungguh pedas di telinga. Kalimat yang bergaris bawah mengandung pergeseran makni kata…
a.       Peyorasi                                                       c. Sinestesia
b.      Asosiasi                                                        d. Spesialisasi
4.       Pertalian dua kata atau lebih yang memiliki makna sama atau hampir sama disebut…
a.       Antonim                                                      c. Konotasi
b.      Sinonim                                                        d. Denotasi
5.       Kata tanya adalah…
a.       kata yang dipakai untuk menggantikan kata benda yang menyatakan orang untuk menghindari pengulangan yang tidak perlu.
b.      kata yang menunjukkan nomor, urutan atau himpunan.
c.       kata yang digunakan di depan kata benda untuk merangkai kata benda tersebut dengan bagian kalimat lain.
d.      kata yang digunakan sebagai pembantu dalam kalimat tanya, yang menanyakan tentang benda, orang, atau keadaan.
6.       Gabungan kata yang membentuk arti baru di mana tidak berhubungan dengan kata pembentuk dasarnya disebut…
a.       Ungkapan                                                   c. Denotasi
b.      Sinonim                                                        d. Konotasi
7.       Makna konotasi dibagi menjadi…
a.       2                                                                      c. 4
b.      3                                                                      d. 1
8.       Di bawah ini yang merupakan macam macam pergeseran makna kata adalah kecuali
a.       Asosiasi                                                        c. Sinestesia
b.      Peyorasi                                                       d. Antonim
9.       Anak itu memang sangat ringan tangan. Kata yang bergaris bawah merupakan contoh dari…
a.       Idiom                                                            c. denotasi
b.      Ungkapan                                                   d. a dan b benar
10.   Pergeseran makna kata dibagi menjadi… macam.
a.       4                                                                      c. 6
b.      5                                                                      d. 7






Pembahasan Soal
1.       Jawaban: a. Generalisasi
Generalisasi atau pergeseran makna meluas adalah pergeseran makna sebuah kata dari makna yang khusus atau sempit ke makna yang lebih luas atau lebih umum.
2.       Jawaban: d. Dalam peristiwa itu, dia dijadikan kambing hitam.
Dalam kalimat tersebut kambing hitam mempunyai arti orang yang dipersalahkan dalam sebuah peristiwa, jadi kambing hitam mengandung makna konotasi.
3.       Jawaban : c. Sinestesia
Sinestesia adalah perubahan makna akibat pertukaran tanggapan antara dua indra. Misalnya, dari indra penglihatan ke indra pendengar, dari indra perasa ke indra pendengar. Dalam kalimat tersebut, pedas yang seharusnya dirasakan oleh mulut malah dirasakan oleh telinga. Maka dari itu kalimat tersebut mengandung pergeseran makna sinestesia.
4.        Jawaban: b. Sinonim
Sinonim adalah pertalian dua kata atau lebih yang memiliki makna sama atau hampir sama.
5.       Jawaban: d.  kata yang digunakan sebagai pembantu dalam kalimat tanya, yang menanyakan tentang benda, orang, atau keadaan.
Kata tanya merupakan kata yang digunakan sebagai pembantu dalam kalimat tanya, yang menanyakan tentang benda, orang, atau keadaan.
6.       Jawaban: a. Ungkapan
Ungkapan adalah gabungan kata yang membentuk arti baru di mana tidak berhubungan dengan kata pembentuk dasarnya.
7.       Jawaban: a. 2
Makna konotasi dapat dibagi 2, yaitu konotasi positif dan konotasi negatif.
8.       Jawaban: d. Antonim
Antonim adalah kata-kata yang memiliki pertalian makna bertentangan secara penuh atau secara sebagian dalam berbagai urutan kata. Jadi antonim bukan merupakan macam macam pergeseran makna kata.
9.       Jawaban: d. a dan b benar
Ringan tangan merupaka contoh dari ungkapan, ungkapan sama artinya dengan idiom.
10.   Jawaban: c. 6
Pergeseran makna kata ada 6 macam, yaitu generalisasi, spesialisasi, ameliorisasi, peyorasi, asosiasi dan sinestesia.





1 komentar:

  1. Semua berita yang ada di website anda sangat menarik perhatian untuk di simak, salam sehat. . . !! Semoga beritanya dapat bermanfaat! share ya gan, thanks nih!!

    BalasHapus