FRAKSI-FRAKSI
MINYAK BUMI
OLEH :
NAMA : 1.
PUTU YOGI AWATARA (30)
2.
KADEK RUSDI PREMANA (23)
3.
KADEK OKTA PURNAMAYANA (17)
4.
KADEK JONI PUTRA ATMAJA ()
5.
GEDE HENDRIK SUARDIKA (09)
6.
GEDE JULIANA (13)
7.
GUSTI NYOMAN PRANDIKA YUDA (19)
KELAS : XI
TKJ 1
Fraksi-Fraksi Minyak Bumi
Minyak mentah (crude oil) sebagian besar
tersusun dari senyawa-senyawa hidrokarbon jenuh (alkana). Adapun hidrokarbon
tak jenuh (alkena, alkuna dan alkadiena) sangat sedikit dkandung oleh minyak
bumi, sebab mudah mengalami adisi menjadi alkana.
Oleh karena minyak bumi berasl dari fosil organisme,
maka minyak bumi mengandung senyawa-senyawa belerang (0,1 sampai 7%), nitrogen
(0,01 sampai 0,9%), oksigen (0,6-0,4%) dan senyawa logam dalam jumlah yang
sanagt kecil. Minyak mentah dipisahkan menjadi sejumlah fraksi-fraksi melalui
proses destilasi (penyulingan).
Pemisahan minyak mentah ke dalam komponen-komponen
murni (senyawa tunggal) tidak mungkin dilakukan dan juga tidak prakstis sebab
terlalu banyak senyawa yang ada dalam minyak tersebut dan senyawa hidrokarbon
memiliki isomer-isomer dengan titik didih yang berdekatan. Fraksi-fraksi yang
diperoleh dari destilasi minyak bumi adalah campuran hidrokarbon yang mendidih
pada trayek suhu tertentu. Misalnya fraksi minyak tanah (kerosin) tersusun dari
campuran senyawa-senyawa yang mendidih antar 1800C-2500C.

Kegunaan fraksi-fraksi minyak bumi terkait dengan
sifat fisisnya seperti titik didih dan viskositasnya (kekentalan), dan juga
sifat kimianya. Hasil dari distilasi minyak bumi menghasilkan beberapa fraksi
minyak bumi seperti berikut.
1. Residu
Saat pertama kali minyak bumi masuk ke dalam menara
distilasi, minyak bumi akan dipanaskan dalam suhu diatas 500oC.
Residu tidak menguap dan digunakan sebagai bahan baku aspal, bahan pelapis
antibocor, dan bahan bakar boiler (mesin pembangkit uap panas). Bagian minyak
bumi yang menguap akan naik ke atas dan kembali diolah menjadi fraksi minyak
bumi lainnya.
Aspal digunakan untuk melapisi permukaan jalan. Kandungan
utama aspal adalah senyawa karbon jenuh dan tak jenuh, alifatik, dan aromatik
yang mempunyai atom karbon sampai 150 per molekul. Unsur-unsur selain hidrogen
dan karbon yang juga menyusun aspal adalah nitrogen, oksigen, belerang, dan
beberapa unsur lain. Secara kuantitatif, biasanya 80% massa aspal adalah
karbon, 10% hidrogen, 6% belerang, dan sisanya oksigen dan nitrogen, serta
sejumlah renik besi, nikel, dan vanadium.
2. Oli
Oli adalah pelumas kendaraan bermotor untuk mencegak
karat dan mengurangi gesekan. Oli dihasilkan dari hasil distilasi minyak bumi
pada suhu antara 350-500oC. Itu dikarenakan oli tidak dapat menguap
di antara suhu tersebut. Kemudian, bagian minyak bumi yang lainnya akan menguap
dan menuju ke atas untuk diolah kembali.
3. Solar
Solar adalah bahan bakar mesin diesel. Solar adalah
hasil dari pemanasan minyak bumi antara 250-340oC. Solar tidak dapat
menguap pada suhu tersebut dan bagian minyak bumi lainnya akan terbawa ke atas
untuk diolah kembali.
Umumnya, solar mengandung belerang dengan kadar yang
cukup tinggi. Kualitas minyak solar dinyatakan dengan bilangan setana. Angka
setana adalah tolak ukur kemudahan menyala atau terbakarnya suatu bahan bakar
di dalam mesin diesel. Saat ini, Pertamina telah memproduksi bahan bakar solar
ramah lingkungan dengan merek dagang Pertamina DEX© (Diesel
Environment Extra). Angka setana DEX dirancang memiliki angka setana
minimal 53 sementara produk solar yang ada di pasaran adalah 48. Bahan bakar
ramah lingkungan tersebut memiliki kandungan sulfur maksimum 300 ppm atau jauh
lebih rendah dibandingkan solar di pasaran yang kandungan sulfur maksimumnya
mencapai 5.000 ppm.
4. Kerosin dan
Avtur
Kerosin (minyak tanah) adalah bahan bakar kompor
minyak. Avtur adalah bahan bakar pesawat terbang bermesin jet. Kerosin dan
avtur dihasilkan dari pemanasan minyak bumi pada suhu antara 170-250oC.
Kerosin dan avtur tidak dapat menguap pada suhu tersebut dan bagian minyak bumi
lainnya akan terbawa ke atas untuk diolah kembali.
Kerosin adalah cairan hidrokarbon yang tidak berwarna
dan mudah terbakar. Kerosin yang digunakan sebagai bahan bakar kompor minyak
disebut minyak tanah, sedangkan untuk bahan bakar pesawat disebut avtur.
5. Nafta
Nafta adalah bahan baku industri petrokimia. Nafta
dihasilkan dari pemanasan minyak bumi pada suhu antara 70-170oC.
Nafta tidak dapat menguap pada suhu tersebut dan bagian minyak bumi lainnya
akan terbawa ke atas untuk diolah kembali.
6. Petroleum
Eter dan Bensin
Petroleum eter adalah bahan pelarut dan untuk laundry.
Bensin pada umumnya adalah bahan bakar kendaraan bermotor. Petroleum eter dan
bensin dihasilkan dari pemanasan minyak bumi pada suhu antara 35-75oC.
Petroleum eter dan bensin tidak dapat menguap pada suhu tersebut dan bagian
minyak bumi lainnya akan terbawa ke atas untuk diolah kembali.
Bensin akhir-akhir ini menjadi perhatian utama karena
pemakaiannya untuk bahan bakar kendaraan bermotor sering menimbulkan masalah.
Kualitas bensin ditentukan oleh bilangan oktan, yaitu bilangan yang menunjukkan
jumlah isooktan dalam bensin. Bilangan oktan adalah ukuran kemampuan bahan
bakar mengatasi ketukan ketika terbakar dalam mesin.
Bensin merupakan fraksi minyak bumi yang mengandung
senyawa n-heptana dan isooktan. Misalnya bensin Premium (salah satu produk
bensin Pertamina) yang beredar di pasaran dengan bilangan oktan 80 berarti
bensin tersebut mengandung 80% isooktan dan 20% n-heptana. Bensin super
mempunyai bilangan oktan 98 berarti mengandung 98% isooktan dan 2% n-heptana.
Pertamina meluncurkan produk bensin ke pasaran dengan 3 nama, yaitu: Premium
dengan bilangan oktan 80-88, Pertamax dengan bilangan oktan 91-92, dan Pertamax
Plus dengan bilangan oktan 95.
Penambahan zat antiketikan pada bensin bertujuan untuk
memperlambat pembakaran bahan bakar. Untuk menaikkan bilangan oktan antara lain
dengan ditambahkan MTBE (Metyl Tertier Butil Eter), tersier butil alkohol,
benzena, atau etanol. Penambahan zat aditif Etilfluid yang merupakan campuran
65% TEL (Tetra Etil Lead/Tetra Etil Timbal), 25% 1,2-dibromoetana dan 10%
1,2-dikloro etana sudah ditinggalkan karena menimbulkan dampak pencemaran
timbal ke udara. Timbal (Pb) bersifat racun yang dapat menimbulkan gangguan
kesehatan seperti pusing, anemia, bahkan kerusakan otak. Anemia terjadi karena
ion Pb2+ bereaksi dengan gugus sulfhidril (-SH) dari protein
sehingga menghambat kerja enzim untuk biosintesis hemoglobin.
Permintaan pasar terhadap bensin cukup besar maka
untuk meningkatkan produksi bensin dapat dilakukan dengan cara:
- Cracking (perengkahan), yaitu pemecahan molekul besar menjadi
molekul-molekul kecil. Contoh:

- Reforming, yaitu mengubah struktur molekul rantai lurus menjadi rantai bercabang.
- Alkilasi atau polimerisasi, yaitu penggabungan molekul-molekul kecil
menjadi molekul besar. Seperti
dan

7. Gas
Hasil olahan minyak bumi yang terakhir adalah gas. Gas
merupakan bahan baku LPG (Liquid Petroleum Gas) yaitu bahan bakar kompor
gas. Supaya gas dapat disimpan dalam tempat yang lebih kecil, gas didinginkan
pada suhu antara -160 sampai -40oC supaya dapat berwujud cair.
Sebenarnya, senyawa alkana yang terkandung dalam LPG
berwujud gas pada suhu kamar. LPG dibuat dalam bentuk gas untuk berat yang
sama. Wujud gas LPG diubah menjadi cair dengan cara menambah tekanan dan
menurunkan suhunya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar